Menentukan kapan tepatnya manusia mulai mengenakan pakaian adalah sebuah tantangan, terutama karena pakaian yang dibuat pertama kali adalah dengan bahan kulit hewan, yang dibuat dengan sederhana dan cepat. Oleh karena itu, ada bukti arkeologi sangat sedikit yang dapat digunakan untuk menentukan kapan sebuah pakaian itu dikenakan oleh manusia.

Ada beberapa teori yang berbeda berdasarkan para arkeolog yang telah menemukan sebuah bukti. Sebagai contoh, berdasarkan penelitian warna kulit genetik, manusia kehilangan rambut yang ada di tubuhnya sekitar satu juta tahun yang lalu. Ini adalah saat yang tepat untuk menciptakan dan mengenakan pakaian untuk menghangatkan tubuhnya. Alat pertama yang digunakan untuk mengambil kulit hewan untuk dijadikan pakaian seperti jika kita kembali ke 780.000 tahun yang lalu, tapi kulit hewan memiliki kegunaan lain, seperti untuk alas atau atap tempat tinggal, dan manusia pada waktu itu lebih memikirkan kulit hewan sebagai media untuk membuat tempat tinggal mereka ketimbang digunakann sebagai pakaian. Sebuah jarum pertama kali ditemukan sekitar 40.000 tahun yang lalu, yang membuat manusia pada saat itu telah membuat pakaian dengan model yang kompleks yang digunakan pada saat tertentu

Semua itu dikatakan oleh para ilmuwan yang telah mulai mengumpulkan data alternatif yang mungkin bisa membantu memecahkan misteri ketika kita manusia mulai menutupi tubuhnya dengan pakaian. A University of Florida, dalam penelitian terbaru menyimpulkan bahwa manusia mulai mengenakan pakaian sekitar 170.000 tahun yang lalu, seiring dengan berakhirnya zaman es yang ke dua. Bagaimana mereka mengetahui tanggal tersebut keluar? Dengan mempelajari evolusi kutu para ilmuwan dapat menentukan kapan pakaian itu diciptakan.

Para ilmuwan mengamati bahwa pakaian pada saat itu merupakan pakaian dengan desain yang baik, bahkan sangat baik yang dapat manusia ciptakan pada masa itu. Mereka berhipotesis bahwa kutu yang ada di tubuh manusia harus mampu berevolusi untuk hidup dalam pakaian, yang berarti bahwa mereka telah ada sebelum manusia mulai mengenakan pakaian. Penelitian ini menggunakan data DNA dari kutu untuk menghitung ketika pakaian mulai memisahkan genetic dari kutu yang ada di tubuh manusia.

Temuan dari penelitian ini adalah benar adanya, karena mereka menunjukkan bahwa pakaian muncul sekitar 70.000 tahun sebelum manusia mulai bermigrasi ke utara dari Afrika ke daerah yang memiliki iklim dingin. Penemuan pakaian mungkin salah satu faktor yang membuat migrasi ini mungkin terjadi.

Periode waktu ini juga masuk akal karena faktor iklim yang terjadi pada masa itu. Ian Gilligan, seorang dosen di Universitas Nasional Australia, mengatakan bahwa penelitian ini memberikan “waktu yang lebih awal untuk penciptaan pakaian, jauh lebih awal dari bukti arkeologi paling awal yang solid, tapi itu masuk akal. Ini berarti manusia modern mungkin mulai mengenakan pakaian secara terus menerus agar badan mereka tetap hangat ketika mereka pertama kali mengalami zaman es.”

Seperti ketika manusia beralih dari yang semula menggunakan kulit hewan sebagai pakaian mereka menjadi bahan tekstil, kain pertama diperkirakan telah menjadi nenek moyang dari terciptanya sebuah kain. Dari sana, manusia purba membuat beberapa kain tenun sekitar 27.000 tahun yang lalu, berdasarkan data dari keranjang dan tekstil yang ditemukan di lapangan tanah liat. Sekitar 25.000 tahun yang lalu, Venus merupakan patung perempuan pertama yang mengenakan beberapa kain tenun yang berbeda yang menunjukkan bahwa kain telah ada di tempat ini.

Dari sanalah, peradaban kuno yang lebih baru telah menemukan banyak bahan yang mereka bisa rubah menjadi sebuah pakaian. Misalnya, Mesir Kuno mulai memproduksi linen sekitar 5500 SM, sedangkan China kemungkinan mulai memproduksi sutra sekitar 4000 SM. Adapun pakaian yang digunakan sebagai gaya hidup, tidak hanya sebagai penghangat badan, ini mungkin terjadi mulai dari beberapa waktu belakangan ini. Contoh pertama dari serat rami yang dicelup ditemukan di sebuah gua di Republik Georgia yang diperkirakan ada sejak 36.000 tahun yang lalu. Ini menjadi bukti otentik bahwa manusia telah mengenal kain yang diwarnai sejak saat itu. Sementara mereka mungkin telah menambahkan warna, pakaian pada waktu itu nampaknya jauh lebih sederhana dibanding dengan pakaian yang kita kenakan saat ini. Pada saat itu sebagian besar pakaian hanya digunakan pada bahu dan pinggang mereka.

Sekitar pertengahan tahun 1300-an, di daerah-daerah tertentu di dunia, dengan beberapa kemajuan teknologi yang terjadi pada masa sebelumnya, mode pakaian mulai berubah drastis dari apa yang ada diwaktu sebelumnya. Misalnya, pakaian mulai dibuat untuk dibentuk sesuai dengan tubuh manusia, dengan jahitan melengkung, tali, dan hiasan tertentu. Warna yang kontras dan bahan kain juga menjadi populer di Inggris pada waktu itu. Pada saat ini, model pakaian di Barat mulai berubah pada tingkat yang mengkhawatirkan, sebagian besar model dari pakaiannya didasarkan pada estetika saja, sedangkan dalam budaya lain model sebuah pakaian biasanya berubah hanya dengan pergolakan politik yang besar, yang berarti perubahan datang lebih lambat dari kebanyakan budaya lain.

Revolusi Industri, tentu saja, memiliki dampak besar pada industri pakaian. Pakaian sekarang bisa dibuat secara masal di pabrik-pabrik besar, bukan hanya di rumah saja, dan dapat diangkut dari pabrik ke pasar dalam waktu singkat. Akibatnya, pakaian menjadi jauh lebih murah, menyebabkan orang memiliki lemari yang lebih besar dan berkontribusi terhadap perubahan mode fashion seeprti yang kita lihat sekarang ini.

 

Kirim
Halo...Selamat datang di pabrik konveksi pt agung perkasa utama cemerlang.
Perkenalkan nama saya johan renaldi.
Ada yang bisa kami bantu?